Image of Sang Pemimpi

Text

Sang Pemimpi



Buku Kedua Andrea Hirata ini bercerita tentang masa SMA tiga orang pemuda, yaitu Ikal, Arai dan Jimbron. Mereka bertiga adalah remaja yang berasal dari Belitong dan melanjutkan sekolah di Manggar, SMA Negeri pertama di Manggar. Untuk mencukupi kebutuhan sekolahnya Arai, Ikal dan Jimbron bekerja paruh waktu sebagai kuli di pasar ikan.


Arai adalah yang paling cerdas diantara mereka bertiga, selalu mengutip kata-kata inspiratif dari berbagai sumber “tak semua yang dihitung bisa diperhitungkan dan tak semua yang diperhitungkan bisa dihitung”, sedangkan Ikal yang sangat mengidolakan H. Roma Irama akan mengutip kalimat dari lirik lagu raja dangdut tersebut “Darah muda adalah darahnya para remaja” sedangkan Jibron yang sangat menyukai kuda akan mengeluarkan kalimat yang tidak jauh-jauh dari bahasan tentang kuda.


Ketersediaan

#
800 : Kesusastraan (07) 899.221 AND s
1610013
Tersedia
#
800 : Kesusastraan (07) 899.221 AND s
16100131
Tersedia
#
800 : Kesusastraan (07) 899.221 AND s
1610004
Tersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
899.221 AND s
Penerbit PT. Bentang Pustaka : Yogyakarta.,
Deskripsi Fisik
288 hlm ; 13 x 20.5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
979-3062-92-4
Klasifikasi
899.221
Tipe Isi
text
Tipe Media
Monograf
Tipe Pembawa
Text
Edisi
Cetakan pertama, juli 2006
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog