Image of Perempuan Berkalung Sorban (Edisi Revisi)

Text

Perempuan Berkalung Sorban (Edisi Revisi)



Annisa mulai merasakan perlakuan tak adil dibandingkan saudaranya yang lain. Ia tak diizinkan berlatih menunggang kuda seperti saudara laki-lakinya, tak diperbolehkan mengemukakan pendapat, dan harus diam saat di meja makan. Ruangnya terbatasi pagar yang lebih tinggi dan sempit dari cakrawala penglihatannya. Masa kanak-kanaknya tak boleh terlambat bangun, tangannya dilatih memegang piring, gelas, sendok, wajan, dan api pembakaran. Tak sedikit perlakuan berbeda yang diterima dirinya dari orang tuanya yang merupakan kiai terhormat di pesantren. Tak ada seorang pun yang mau mendengar protesnya, kecuali Khudori, yang masih kerabatnya. Bersama Khudori, Annisa menghabiskan jam mainnya untuk belajar berkuda, mendengarkan kisah istri nabi dalam Al-Qur'an, dan kisah-kisah perempuan sufi secara sembunyi-sembunyi. Hingga benih cinta tumbuh di antara mereka dan tak bisa disembunyikan. Berjalannya waktu, Khudori berpisah karena harus melanjutkan pendidikannya di Al-Azhar, Kairo, Mesir. Hubungan mereka berlanjut melalui surat-menyurat. Namun setelah Annisa lulus Sekolah Dasar, ia dijodohkan dengan seorang anak kiai terpandang bernama Samsudin. Walaupun Annisa tak setuju, namun ia tak kuasa menolaknya. Lantas, akankah Annisa bahagia bersama Samsudin? Bagaimana kisah cinta Annisa dengan Khudori yang merupakan cinta sejatinya?


Ketersediaan

#
800 : Kesusastraan (07) 813 ABI p
259411
Tersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
813 ABI p
Penerbit Arti Bumi Intaran : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
viii + 320 hlm ; 13 x 19 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-15836-4-1
Klasifikasi
813
Tipe Isi
text
Tipe Media
Monograf
Tipe Pembawa
Text
Edisi
Cetakan kedua, juli 2008
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog