Image of Pulang

Text

Pulang



Ketika revolusi mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo seorang eksil politik Indonesia bertemu Vivienne Deveraux, seorang mahasiswa Prancis yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas. Dimas merasa cemas dan gamang. Bersama puluhan wartawan dan seniman lain, dia tak bisa kembali ke Jakarta karena paspornya dicabut oleh pemerintah Indonesia. Sejak itu mereka mengelana tanpa status yang jelas dari Santiago ke Havana, ke Peking dan akhirnya mendarat di tanah Eropa untuk mendapatkan suaka dan menetap di sana.

Di tengah kesibukan mengelola Restoran Tanah Air di Paris bersama tiga kawannya: Nug, Tjai, dan Risjaf—mereka berempat disebut Empat Pilar Tanah Air—Dimas, terus-menerus dikejar rasa bersalah karena kawan-kawannya di Indonesia satu persatu tumbang, dikejar, ditembak, atau menghilang begitu saja dalam perburuan Peristiwa 30 September. Apalagi dia tak bisa melupakan Surti Anandari—isteri Hananto—yang bersama ketiga anaknya berbulan-bulan diinterogasi tentara.


Ketersediaan

#
800 : Kesusastraan (07) 899.221 LEI p c. 2
240429011
Tersedia
#
800 : Kesusastraan (07) 899.221 LEI p c. 2
240429012
Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada 2026-11-09)

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
899.221 LEI p c.2
Penerbit KPG : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
xiv + 461 ; 13.5 x 20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-424+275-6
Klasifikasi
899.221
Tipe Isi
Teks
Tipe Media
Tanpa Perantara
Tipe Pembawa
volume
Edisi
Cetakan keduapuluh delapan, maret 2024
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog